[Review] The Ordinary Natural Moisturizing Factors + HA

Sebenernya aku mau melanjutkan tulisan tentang moisturizer series yang udah pernah aku pakai. Rencana awalnya tuh biar urut, dari yang hasilnya B aja sampai yang terbaeq.

Tapi ternyata sebulan terakhir ini aku ketemu moisturizer yang oke. Terus, aku udah nggak sabar buat menebar racun ini kepada kalian para pejuang oily skin. Jadi aku dahulukan menulis review tentang produk ini, mumpung lagi cinta-cintanya kan.

Kalian kenal atau pernah denger tentang The Ordinary kan? Brand asal Kanada ini adalah salah satu produsen skincare yang pengen membuat konsumennya pinter. Haha, kok?

Brand lain kan jelas ya, misal mengeluarkan produk obat jerawat, mereka akan memberi label nama produknya dengan embel-embel “acne gel” atau “acne treatment” dan lain sebagainya. Nah kalau The Ordinary ini memberi nama produknya dengan nama bahan aktifnya. Pusing nggak tuh?

Sebagai contoh, bahan aktif yang efektif untuk membasmi jerawat adalah salycilic acid. The Ordinary ini memberi label produknya ya dengan menyebutkan nama bahannya dan kadarnya, yaitu Salycilic Acid 2 % Solution. Ini temenku pernah coba, aku tulis di postingan berjudul Meet My Skincare Buddy.

Jadi kalau pengen cobain The Ordinary, kalian wajib cari tahu dulu tuh bahan aktif apa yang diperlukan untuk overcome masalah kulit kalian. Jangan bingung kalau googling The Ordinary terus ketemunya sama nama-nama kayak Niacinamide, Retinol, AHA, BHA, Zinc, Lactic Acid, dan sebagainya.

The Ordinary ini hype bukan karena penamaannya aja yang unik kayak nama-nama larutan di lab Kimia, tapi ya memang produknya bagus. Banyak yang bilang cocok, tetapi ada juga yang bilang nggak cocok (atau mungkin belum menemukan kombinasi formula yang tepat).

Awalnya aku nggak tertarik cobain karena males banget cari tau. Denger nama-nama ilmiah begini, aku jadi inget pelajaran Kimia Dasar di semester 1 yang mentok dapet C. Huhu.

Tapi pas aku cari-cari pelembab buat oily skin, pelembabnya The Ordinary ini nongol terus, minta dilirik. Untungnya, untuk produk pelembab, The Ordinary ini kasih nama yang nggak begitu susah. Masih menggunakan kata “mositurizing factor” yang artinya orang awam pun bisa tau kalau fungsinya sebagai pelembab.

Setelah baca-baca, nonton beberapa review di youtube, dan tanya ke temenku yang udah pernah pakai, akhirnya aku memutuskan untuk beli The Ordinary Natural Moisturizing Factors + HA.

HA disini kependekan dari Hyaluronic Acid, yang merupakan salah satu bahan aktif yang terkandung dalam most of moisturizer products. Kebanyakan produk nggak gamblang menyebutkan kandungannya begini sih, tetapi aku juga pernah pakai produk lain yang mencantumkan HA sebagai “judul”-nya, yaitu Cosrx Hyaluronic Acid Intensive Cream.

Aku beli pelembab The Ordinary (disingkat TO aja ya) di Shopee. Setauku memang belum ada offline store yang officially menjual brand ini di Asia. Untuk kemasan 30 ml harganya sekitar 120 ribuan. Lumayan terjangkau kan daripada pelembab Korea?

Kemasan luarnya berupa box karton berwarna putih yang desainnya simpel dan berkesan ilmiah. Tulisan di kemasannya dalam bahasa Inggris dan Perancis. Dicantumkan pula ingredients-nya, kalau kalian mau cek list ingredients dan level keamanannya bisa cek di cosdna ya. Aman kok, nggak ada yang merah.

box nya udah meleyot2.. gokil bgt “the abnormal beauty company”.. 😀

Kemasan dalemnya berwarna silver abu-abu yang desainnya masih simpel juga. Ada aturan pakainya: Pakai setelah penggunaan serum sesuai kebutuhan agar hidrasi di permukaan kulit lebih efektif. Aku lebih suka pelembab dengan kemasan kayak gini sih daripada jar, karena isi produknya akan lebih higienis aja.

Oya, di kemasan luar dibilangnya fragrance free. Tapi aku masih mencium ada sedikit aroma yang ringan banget dan nggak mengganggu sama sekali, malah enak gitu baunya. Warna produknya putih butek.

Pertama barangnya sampe, aku langsung mengoleskan produknya ke tangan. Agak kaget dong kok teksturnya thick banget. Bukan lotion, tapi krim agak padat. Pikirku, kalau kemasannya berbentuk kayak gini, biasanya isinya kan bertekstur lotion. Sementara selama ini, kalau aku pakai produk yang teksturnya krim yang thick gitu, rasanya nggak nyaman dan berasa berat di muka.

Tapi ternyata setelah aku usapkan krimnya, ajaib sekali. Teksturnya krim tapi begitu diaplikasikan kok gampang banget kayak lotion. Cepet menyerap pula. Wahhh.

Selama pemakaian hampir sebulan lamanya ini, aku suka banget sama teksturnya ini. Ringan banget di muka. Cepet menyerap, nggak lengket, dan yang paling penting adalah stay matte dalam waktu yang cukup lama.

Biasanya kalau bangun tidur, muka ini udah minyakan banget. Tapi begitu pakai TO Moisturizing Factors ini di night skincare routine, pas bangun tidur masih tahan tehadap minyak dong. Berasa masih cakep aja pas bangun dan makan sahur sama suami. :”)

Terus pas wudhu pun, aku masih bisa merasakan bahwa pelembabnya “still there” berarti beneran jagain kulit kita banget kan. Sifat oklusifnya terbukti oke.

Kemudian kalau dipake pagi/siang, terus ditumpuk ama sunscreen dan makeup ala kadarku buat pergi-pergi, makeup-nya nggak cepet leleh karena minyak. Meski aku panas-panasan naik ojek online pun, sampai tujuan masih oke aja nggak penuh minyak. Palingan di area hidung doang tapi masih dalam kadar nggak lebay sih, bisa diatasi dengan blotting paper atau kertas buat angkat minyak muka gitu.

Selama penggunaan ya langsung cocok aja di kulitku, nggak pake purging beruntusan atau jerawatan dan sebagainya. Dengan catatan aku masih pakai rangkaian skincare routine yang lain ya. Moisturizer TO ini beneran menjalankan perannya dengan baik.

Duh gemes banget pengen menebar racun ini ke kalian semua para pemilik wajah yang oily. Haha. Beneran kalau ada kesempatan dan masuk budget, boleh cobain ini. Yang udah pernah cobain boleh share juga dong di kolom komentar, begini juga nggak rasanya pakai pelembab TO.

Selama ini, kalau ditanyain pelembab terenak dan terbaek versiku apa, aku pasti jawab Innisfree Orchid, yang kedua La Roche Posay. Tapi si pendatang baru ini kayaknya telah menggeser posisi kedua, bahkan head to head sama posisi pertama deh kayaknya. HAHAHA, masih bimbang diantara dua. Yang jelas diantara 3, TO yang paling ekonomis dan ramah kantong.

Repurchase? Maybe YES, kalau lagi nggak kepengen cobain yang lain demi konten yang produknya masih beli sendiri semua ini. 😀

6 Comments

  1. Initial W

    May 11, 2019 at 2:47 pm

    The Ordinary Natural Moisturizing Factors+HA di kulitku yang oily cocok, selama make gak ada reaksi negatif dari pemakaian produk ini..
    dan yang paling aku suka dari produk ini finishing-nya “matte” jadi bisa nyelametin tampilan mukaku yg udah kaya kilang minyak hahaha
    dan bisa ngelembabin seharian kalo buat aku, suka banget sama produk The Ordinary yg satu ini..

  2. Linda Maya

    May 11, 2019 at 3:25 pm

    Alhamdulillah ada yg sama2 merasakan manfaatnya.. Jd terharu ada temen.. sama aku jg love at the first try.. Hihi..

  3. Rizka

    December 7, 2019 at 10:39 am

    Kalo boleh tau beli dimana ya kak? Trusted seller di shopee. Krn banyak produk TO yg fake 🙁

    1. Linda Maya

      December 8, 2019 at 8:31 pm

      nah ini jg bikin bingung yaaa… TO itu yg mengantongi lisensi di indo cuma ponnybeaute (https://www.ponnybeaute.co.id/brand/the-ordinary/) tapi dia ga jual yg moisturizing factors ini… aku belinya di secretkey1 di shopee.. katanya sih 100% original.. coba aja di ricek ya…

  4. Febi Kurnia Dinanty

    March 18, 2020 at 7:16 am

    Halo kaak, kalau moisturizer ini dibarengin sama TO Niacinamide boleh ga yaa bantu jawab dong kakak cantik 🤗
    Terima kasih!

    1. Linda Maya

      March 18, 2020 at 10:38 am

      haiii Febi.. boleh banget dong dibarengin.. fungsi TO Niacin nya kan sbg serum disitu trs TO yg ini sbg pelembab.. malah makin cucok harusnya.. apalagi satu brand gitu, klo cocok di kulitmu bakalan oke bgt hasilnya… semoga terjawab ya pertanyaannya.. thankyou udh mampir kesini ^^

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.