[Review] Bio-Oil Dry Skin Gel, Gel Serbaguna Atasi Kulit Kering

Ada yang baru nih dari Bio-Oil. Produk Bio-Oil yang selama ini kita kenal itu teksturnya oil kan ya, nah produk barunya ini bertekstur gel.

Berbeda dengan Bio-Oil Skincare-Oil yang diformulasikan untuk perawatan bekas luka dan peregangan kulit, produk baru yang bertajuk Bio-Oil Dry Skin Gel ini ditujukan untuk mengatasi kulit kering. Oke, mari kita ulas.

Brand Bio-Oil tersebut berasal dari Afrika Selatan dan telah diproduksi sejak tahun 1987. Produk ini baru masuk secara resmi ke Indonesia pada tahun 2014. Aku sendiri baru mengenal Bio-Oil di tahun 2016.

Awal mula aku kenal sama Bio-Oil adalah karena aku browsing cara menyamarkan stretch marks atau peregangan kulit. Sebagian besar artikel merujuk ke penggunaan Bio-Oil Skincare-Oil.

Aku punya stretch marks di bagian bokong. Penyebabnya adalah kenaikan berat badan yang drastis setelah masa pubertas. Akibatnya, kulit mengalami peregangan dan terbentuklah guratan-guratan pada kulit yang tentunya bikin nggak pede.

Meskipun stretch marks tidak dapat 100% dihilangkan, tetapi masih bisa disamarkan. Setelah penggunaan Bio-Oil Skincare-Oil secara rutin selama beberapa bulan, tampilan stretch marks bertahap dapat tersamarkan.

Selain dapat menyamarkan stretch marks, oil ini juga multifungsi banget. Bisa digunakan untuk menyamarkan bekas luka, menjaga kelembaban dan elastisitas kulit, serta dapat juga digunakan pada area-area kulit yang kering seperti lutut atau siku.

Nah, belum lama ini, Bio-Oil meluncurkan produk baru yaitu Bio-Oil Dry Skin Gel. Kandungan utamanya masih tetap berupa oil namun berbentuk gel dan diformulasikan khusus untuk mengatasi kulit kering.

Bio-Oil Dry Skin Gel ini diklaim lebih efektif merawat kulit kering dibanding produk skincare lain yang bertekstur cream, lotion atau body butter. Kenapa?

Karena kandungan utama produk-produk tersebut adalah air, dimana akan lebih cepat menguap setelah bersentuhan dengan suhu tubuh yang hangat. Sementara kandungan utama Bio-Oil Dry Skin Gel adalah minyak yang tidak mudah menguap dan mampu mengunci kelembaban kulit dengan baik.

Aku beli Bio-Oil Dry Skin Gel ini di Watsons dengan harga Rp 130.000 untuk ukuran 100 ml. Tersedia ukuran yang lebih kecil yaitu 50 ml dengan harga Rp 75.000. Ada juga ukuran paling besar yaitu 200 ml dengan harga Rp 220.000.

Kemasannya simpel, berbentuk jar warna putih dengan tulisan dan logo khas Bio-Oil berwarna orange. Pada body kemasan dicantumkan cara pemakaiannya, dianjurkan untuk menggunakan produk ini lebih sedikit dibanding penggunaan krim biasa.

Gel ini juga diklaim cocok untuk kulit sensitif. Bagi yang kulit mukanya kering, aman digunakan pada wajah sebagai pelembab karena gel ini non-comedogenic atau tidak menyumbat pori-pori.

Pada body kemasannya juga dicantumkan simbol PAO (period after opening) yaitu 12 M yang artinya masa dari manfaat produk adalah 12 bulan terhitung dari setelah produk tersebut dibuka.

Sayangnya, tidak disertakan list ingredients pada kemasannya. Kalian bisa cari tau sendiri melalui website Bio-Oil. Kandungan utamanya adalah mineral oil yaitu Paraffinum liquidum serta minyak dari tumbuh-tumbuhan seperti lavender, calendula, chamomile, dan rosemary.

Aku sebenernya kurang suka sama skincare yang dikemas dalam bentuk jar begini, apalagi yang isinya banyak dan awet sampai berbulan-bulan. Alasannya karena kalau dicolek langsung dengan jari yang mungkin kotor, produk jadi tidak higienis. Solusinya adalah mengambil produk dengan spatula masker atau cotton bud.

Begitu jar dibuka, kita akan mendapati gel yang berwarna soft pink yang bening. Wanginya seperti wangi skincare bayi. Tekstur gel-nya berbeda dengan gel seperti aloe vera gel karena ketika diaplikasikan ke kulit teksturnya akan berubah menjadi minyak.

Oleskan dan pijat sebentar, kulit akan merasakan sensasi hangat. Gel ini mudah menyerap dan tidak meninggalkan rasa lengket. Kulit akan terasa licin dan halus, ya kayak abis diolesin minyak pijat gitu tapi nggak panas dan wanginya enak, hehe.

Bio-Oil Dry Skin Gel ini memenuhi semua kriteria pelembab/moisturizer yang baik dimana cara kerjanya bersifat oklusif, humektan dan emolien. Penjelasan tentang sifat-sifat moisturizer tersebut bisa disimak pada link tulisan di bawah ini ya.

Baca juga: Moisturizer, Perlu Nggak Sih?

Seperti yang sudah sering aku bahas, kulit wajahku adalah tipe yang berminyak. Jadi aku nggak menggunakan Bio-Oil Dry Skin Gel ini sebagai daily moisturizer-ku. Tetapi aku tetap menggunakannya di wajah pada kondisi tertentu, misalnya di bekas jerawat.

Kalau kita menggunakan obat jerawat yang mengandung Benzoyl peroxide, kulit di area yang berjerawat akan super kering. Jika area ini dibiarkan kekeringan, maka bekas jerawat akan menggelap dan nodanya susah dihilangkan.

Kalau jerawat udah ‘meletus’ semua isinya dengan tuntas, aku oleskan Bio-Oil Dry Skin Gel ini tipis-tipis di area bekas jerawat. Bekas jerawat yang biasanya kering jadi lunak dan nodanya cepat pudar.

Aku juga sering menggunakan gel Bio-Oil ini pada bibir dan area sekitarnya yang biasanya kering dan pecah-pecah. Ketika dioleskan sebelum tidur, bangun-bangun bibir jadi halus dan kenyal, terus kalau pakai lipstik hasilnya jadi lebih smooth.

Gel ini juga aku oleskan ke bekas jahitan luka operasiku di leher untuk membantu memudarkannya. Selain itu, aku juga rutin mengoleskan Bio-Oil Dry Skin Gel pada siku, lutut, bokong dan area badan lain setelah mandi sebagai pengganti body butter.

aku ambil gel-nya pakai spatula (bukan bawaan produk) biar lebih higienis..
ketika gel-nya dioleskan ke kulit jadi shining shimmerin splendid loh, kelihatan nggak di foto? (kalo nggak kelihatan, salahkan kameranya 🙁 )

Untuk penggunaan gel Bio-Oil pada wajah, ambil sedikit aja ya, udah cukup meng-cover kok. Kalau kebanyakan akan lama menyerapnya dan terlalu licin.

Secara keseluruhan, aku suka banget sama produk baru Bio-Oil ini. Meski fungsinya tidak jauh berbeda dengan yang oil, tetapi menurutku lebih mudah dan nyaman diaplikasikan ke kulit.

Kalau ditanya bakal repurchase lagi nggak kalau gel-nya habis, sudah pasti YES!!

Aku biasanya pindahin Bio-Oil Dry Skin Gel ke jar yang lebih kecil biar mudah dibawa kemana-mana, jadi bisa dioleskan ke kulit kapan pun dan di mana pun. No more dry skin, deh.

6 Comments

  1. Rahma

    October 30, 2019 at 1:16 pm

    Thank you for review. Awalnya penasaran bedanya dry skin gel ini dengan aloevera itu. Karena kulitku kering banget, jd tergantung ama aloevera itu tp kurangvsuka sama tekstur aloevera yg rasanya banjir di muka. Bulan depan coba ini, semoga cocok dengan kulitku

    1. Linda Maya

      October 30, 2019 at 1:27 pm

      iyaaaa.. kulitmu kering banget kan.. aku rekomendasiin gel ini buat kamu.. karena after taste nya ngga kayak becek gitu tapi licin kaya kena minyak tp ngga ‘klenyit’.. aduh gimana ya bahasanya.. haha… selamat mencoba Rahma ^^

  2. Nita

    October 30, 2019 at 3:51 pm

    Thank you…. boleh juga buat stretch mark perutku nih… habis gajian cuss watson…hahahaa…

    1. Linda Maya

      October 30, 2019 at 3:57 pm

      iya buk trio.. bisa digunakan untuk mengatasi stretch marks di perut yg mengalami peregangan kulit krn kehamilan.. biar garis-garisnya tersamarkan.. semoga cucok juga buk :””)

  3. Rini

    October 30, 2019 at 6:54 pm

    kalo menurut kak maya, diantara bio oil yg biasa, sama yg dry skin gel lebih bagus mana kak yg buat stretch mark sama bekas luka jahitan? oh iya makasih ya kak buat reviewnya, baru aku mau kepo soal bio oil wkwkwk

    1. Linda Maya

      October 30, 2019 at 8:18 pm

      haha.. rindong… ternyata stretch marks adalah masalah sejuta umat wanita yaaa… klo efektifitasnya krg tau ya krn aku pake yg gel-nya baru banget kan.. krn br launching juga… klo mnrtku dilihat dr bahan2nya.. hampir sama sih, bedanya yg gel mengandung niacinamide juga yg selama ini biasanya jd bahan skincare yang tujuannya menyamarkan noda hitam (contoh Some By Mi toner itu kan ada niacinamide atau The Ordinary Niacinamide).. Kalau urusan wanginya, enakan yg oil krn kyk lbh seger wangi bunga gt.. Kalau dioles ke kulit aku suka yg gel sih kan kalau pakenya sambil berdiri jg ga bakal netes-netes (?) ya nggak sih… haha

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.