Benjolan di Leher, Operasi, dan 6 Bulan Pengobatan

I’m back!!!!!

Setelah tiga purnama aku menghilang, kini aku kembali membawa kabar yang kurang bahagia. Sudah hampir 3 bulan belakangan ini aku bolak-balik rumah sakit. Kali ini aku mau sharing tentang health issue ya. Siapa tau ada faedahnya juga buat orang lain.

Yang biasanya aku browsing-browsing tentang skincare, belakangan berubah haluan jadi browsing tentang kesehatan, gejala penyakit, dan sebagainya (berasa balik jadi jurnalis D*t*k lagi). Hehe. Kayaknya bakalan jadi long post ini.

Awalnya, sekitar pertengahan bulan Agustus, ada benjolan kecil di leher sebelah kananku. Aku tau ini adalah kelenjar getah bening yang biasanya memang bisa bengkak kalau kecapekan. Sudah semingguan, tapi kok nggak kempes-kempes.

Lapor ke suami, dia cuma bilang “banyakin istirahat aja, kecapekan paling”. Aku tuh capek ngapain coba, sehari-hari ya cuma duduk depan komputer doang, masak jarang, nyuci nggak pernah, nyapu kadang-kadang. Disuruh istirahat yang kayak gimana dong.

Setelah dua minggu berselang, tepatnya hari Selasa tanggal 28 Agustus, aku mampir ke klinik Ramadhan abis pulang meeting di kantor. Kata dokter, “semua benjolan disebut tumor mbak, nah untuk tau ganas atau tidak, harus di-biopsi oleh dokter bedah”.

Mendengar kata dokter bedah, otakku langsung membayangkan hal yang nggak-nggak. Seketika nge-blank, mana aku periksa sendiri lagi nggak ditemenin suami. Masih harus naik motor pulang pula. Berasa sedih banget waktu di motor tuh, huhu.

Tapi kata dokter, kalau belum berani, ya dipertimbangkan dulu, observasi seminggu lagi, apakah kempes atau nggak. Sampai tanggal 4 September, sepulang dari meeting di kantor, aku mampir lagi ke klinik, dan akhirnya dikasih rujukan ke dokter bedah di RS. Bethesda Lempuyang Wangi yang deket sama rumah.

Mendaftarlah aku di poli bedah ke dokter Hariatmoko yang cuma praktek Kamis dan Sabtu aja. Mana antriannya panjang bener, aku reservasi tanggal 5 dapetnya hari Kamis tanggal 13.

Di tanggal 13 September itu, aku ijin kerja setengah hari karena jam praktek dokternya jam 12.00-15.00. Setelah antri 1,5 jam, barulah namaku dipanggil. Dokter hanya nanya dimana letak benjolannya. Megang sekali doang, kemudian tanya: “Berat badan turun drastis nggak mbak belakangan ini?” “Sering batuk-batuk?” “Dipencet sakit nggak benjolannya?”

Jawabku: “Berat badan normal dok” “Batuk ya kalau pagi aja pas dingin, saya memang ada alergi” “Benjolannya nggak sakit”

Dokter kemudian minta aku cek darah dan USG leher. Cek darah kulakukan hari itu juga, sementara USG leher dijadwalkan tanggal 17 September. Kemudian aku diminta kontrol lagi tanggal 20 dengan membawa hasil tes darah dan USG leher.

Sepulang dari RS, aku langsung googling cara membaca hasil tes darah. Aku bandingkan satu per satu hasil tes darahku dengan indikator batas minimum maksimum masing-masing variabelnya. Dengan ilmu sotoy-ku, aku mendiagnosa diri sendiri demam kelenjar, yang entah apa itu artinya.

Tanggal 17 September, aku balik ke RS buat USG. Kata dokter, isi benjolan di leherku itu banyak, nggak cuma sebiji. Aku makin panik, setiap hari kerjaannya browsing mulu pake keyword “benjolan di leher”.

Dari hasil penelusuranku di internet, benjolan di leher itu kemungkinannya ada dua yaitu TB kelenjar atau kanker kelenjar getah bening. Keduanya punya ciri yang mirip banget dan susah dibedakan. Tiap hari udah sedih aja bawaannya, takut banget kalau benjolan ini mengarah ke kanker.

Kalau mau tidur terus keingetan benjolan ini, pasti nanya ke suami, “Mas, gimana kalau ini beneran kanker?” Dia cuma jawab “Ya diobati.” Abis itu dimarahi “Udah to, mbok ya jangan pesimis, tau diagnosanya aja belum kok. Nggak usah mikir aneh-aneh”

Akhirnya, tanggal 20 September, aku kontrol lagi, membawa hasil USG dan tes darah. Dokter kemudian bilang “Ini harus biopsi ya, biar tau materi di dalamnya itu apa. Tidak mendesak tetapi ya jangan ditunda-tunda. Operasinya ringan tapi harus bius total. Nanti opname dulu semalam sebelum operasi”

Keluar ruangan dokter, kaki langsung lemes. Suami kemudian mendaftar tanggal buat opname dan operasi. Aku cuma duduk bengong aja, karena ini akan menjadi momen opname pertamaku di RS, pakai acara operasi pula.

Tanggal 30 September, ibuku datang berkunjung. Katanya kangen sama anak-anak ceweknya yang dua-duanya tinggal di Jogja. Sebelumnya, aku emang nggak bilang kalau lagi sakit. Begitu ibu sampai di Jogja, baru aku kasih tau, ibu sempet shock sih tapi yaudah, aku minta didoain aja banyak-banyak. Doa orang tua kan manjur.

Aku cuti dari tanggal 3-5 Oktober, dan masih ada tambahan weekend dua hari buat istirahat. Tanggal 3 Oktober, aku masuk RS, suami yang ngurus semua administrasinya, aku tinggal dateng aja. Pertama dateng diminta tes darah lagi dan rontgen thorax buat tau kondisi paru-paru, jantung, dan area rongga dada.

Ibu sama suami bergantian nemenin aku, tapi ibu nggak mau nginep di RS. Takut katanya. Ibu ditemenin adekku tidur di rumah. Aku sama suami malah santai aja malem itu, nggak ada panik atau gimana. Aku streamingan nonton drama sampe ketiduran, sementara dia tetap dengan kebiasaannya baca e-book di tablet PC.

Besoknya, tanggal 4, aku diminta puasa dari jam 4 pagi. Sekitar jam 10 pagi, aku diinfus. Proses pemasangan infus ini yang bikin dag did dug, karena baru pertama kali. Apalagi perawat kesulitan cari vena di tanganku, sampai 3 kali percobaan baru berhasil. Udah kayak korban penganiayaan aja tangan banyak perbannya.

korban pencoblosan 3 kali karena vena-nya susah ketemu

Jam 12.30, aku masuk ke ruang operasi. Selama persiapan operasi, seorang perawat nanya-nanya seperti rumahnya mana, kerja dimana, gitu. Mungkin untuk mengetahui apakah obat biusnya udah bekerja apa belum. Kata orang kalau obat bius udah bekerja, mata kerasa berat dan omongannya jadi nggak nyambung. Tapi aku nggak inget sih, ingatan terakhirku, aku lagi dipakein penutup kepala sama dokter anestesinya.

Aku bangun karena merasa ada sesuatu di lengan kiriku. Tekanan dari alat tensi otomatislah yang bikin aku sadar. Ada selang pernapasan yang masuk ke hidungku kayak di film-film gitu. Aku meraba leherku, udah diperban tebel. Jam dinding di ruangan itu menunjukkan pukul 13.30, Cepet juga operasinya, mungkin hanya 30 menitan, sisanya menunggu aku sadar dari obat bius.

Perawat menunjukkan hasil biopsi yang disimpan dalam gelas bening. Isinya kayak bakso kerikil yang jumlahnya sekitar 6 atau 8 butir. Tekstur permukaannya nggak halus, tapi berserat gitu kayak tetelan. Hasil biopsi tersebut akan dikirim ke lab buat dipelajari substansinya.

Aku balik ke kamar pasien sekitar pukul 14.00. Pukul 15.00 aku dapat makan dan pukul 18.00 udah boleh pulang. Aku naik motor dong, dibonceng suami tanpa pake helm, karena rumah juga jaraknya cuma 200 meter dari RS.

Ibu pulang ke Wonogiri tanggal 6. Nggak ada yang masakin aku lagi deh, hiks. Jadilah aku sama suami mengandalkan Go-Food terus, Masak paling juga yang gampang-gampang aja.

Ternyata hasil lab baru keluar dua minggu kemudian, aku merasa di PHP dokter. Penasaran banget sama hasilnya, sampe kepikiran terus tiap malem. Mana suami juga pake ikutan sakit segala, badannya panas sampe 5 hari, udah curiga DB aja. Setelah diperiksain ternyata gejala tipes. Aduduh, serumah suami istri sakit semua, minum obat semua.

Tanggal 18 kemarin, aku kontrol lagi ke dokter dan akhirnya hasil lab keluar juga. Waktu perbanku diganti sama perawat, aku denger dokter bilang sama suamiku: “Hasil rontgen paru-parunya bersih ya, tapi ini hasil biopsi benjolannya menunjukkan TB kelenjar, pengobatan 6 bulan ya, bisa ambil obat di faskes I BPJS-nya”.

Disitu kumerasa lega. Terlepas aku harus minum obat selama 6 bulan penuh nggak boleh putus, hati rasanya plong karena semua kekhawatiranku tidak terbukti. Hasil lab menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda ganas pada benjolan di leherku. Diagnosa menyebutkan: Limfadenitis Tuberkulosa atau TB Kelenjar.

Penyebabnya bisa jadi karena tertular oleh pasien TB paru. Yak masuk akal memang, baru bulan Juli lalu aku tinggal berdua doang sama suami, dan sebelumnya kami tinggal di rumah mertua bareng dua adik ipar yang salah satunya kena TB paru.

Baik TB kelenjar maupun paru, obatnya sama yaitu pil warna merah yang dosisnya disesuaikan dengan berat badan. Karena beratku 50 kg, aku harus minum 3 butir obat sekali minum, setiap hari selama 6 bulan lamanya. Diminum satu jam sebelum sarapan agar penyerapan obat maksimal.

obatnya gede gede banget :”(

Berbeda dengan TB kelenjar, pada penderita TB paru biasanya hasil rontgen paru-parunya penuh flek, dan perlu tes dahak untuk mengetahui adanya bakteri TB di paru-paru. TB kelenjar juga berbeda dengan TB paru karena tidak menular. Penderita TB paru bahkan nggak boleh sharing alat makan, spons cuci piring, handuk, dan sebagainya biar nggak nularin yang lain. Bakteri TB bisa terbang ke udara dan menular ke orang lain ketika penderitanya batuk, bersin, atau meludah.

Nah pertanyaannya, dari 4 orang penghuni rumah mertua, kenapa cuma aku yang ketularan coba. Apa karena aku cewek sendiri serumah. Hmm, entahlah, mungkin karena aku yang paling lemah di rumah.

Terlepas dari apa penyebabnya, yang penting udah tau pengobatannya. TB kelenjar bisa sembuh total dengan rutin minum obat dan tidak boleh skip. Pengobatanku dimulai tanggal 23 Oktober besok. Siap-siap pasang alarm tiap sejam sebelum jam sarapan nih.

Semangat sampai 6 bulan ke depan!!

76 Comments

  1. Rini Pratiwi

    October 22, 2018 at 6:42 pm

    semangat kakkk!
    aku jg dulu mantan pasien jg nih yg mesti minum obat rutin 6 bulan 😂 operasinya cepet bgt yah kak, terus pulangnya mana naek motor, savagee 😂
    mudah2an cepet sembuh yaa kak, dan cepet terlewati masa2 mimik obat yg menyenangkan ituh 😂

    1. Linda Maya

      October 22, 2018 at 6:49 pm

      hahaa.. hai suhu… krn kamu bilang pernah begitu juga, aku jd mayan tenang tau.. berasa ada teman senasib sepenanggungan rindong :))
      ini belum mulai minum udah ragu, gimana nelennya itu obat segede itu yak… haha. makasih ya rindong :”)

  2. dewikkusuma

    October 22, 2018 at 6:44 pm

    Huhuhuu… incesss semangat yaa.. cepet sembuh #virtualhugss
    semoga segera diangkat sakitnya dan pengobatan berjalan lancar . aamiin
    ku tak tau kalo dirimu bisa gundah gulana mendiagnosis diri sendiri.. ternyata ku tak sendiri, kalo sakit suka brb googling 🙁
    Pokok e semangat incess <3

    1. Linda Maya

      October 22, 2018 at 6:51 pm

      hahaha… inces yang ceria ini cuma chasing doang, aslinya mah rapuh akutuh… 😀
      makasih wik… aku udah kangen kantor… besok aku datang…. sambut aku yaaa :)))

    2. Yati

      October 3, 2019 at 12:48 pm

      Anakq bbrp hari lg akn di operasi TB kenjer jg say..
      Sedih banget liat mukax..
      Tp pas baca2 ttg TB dan kykx para pasien enjoy2 dlm pengalaman bedahx..mdh2an ankq jg bgt…ankx yg sakit…emakx yg super duper dagdigdug..minta doax yah teman2

  3. Al Klopp

    October 22, 2018 at 6:50 pm

    Cepet sembuh mbak Lin

    1. Linda Maya

      October 22, 2018 at 6:52 pm

      haha.. apa banget emailmu dah… pake panggil mbak pula.. makasih kak alfin :”)

  4. garusti

    October 22, 2018 at 7:30 pm

    hwaaaa mbak lindaaaa…..semoga selalu gak lupa minum obat mbak lind…ndang sembuhh …amiinn

    1. Linda Maya

      October 22, 2018 at 8:06 pm

      Maacih tiii… Maukah kau menjadi alarm ku.. Kan kamu rempong klo WA.. Wkkkaka

      1. garusti

        October 22, 2018 at 8:16 pm

        hahaaa…boleh mbakk…mana jadwal minum obatmu siniii…ntar kurempongin

        1. Linda Maya

          October 22, 2018 at 9:05 pm

          rasah,, jam e podo ro jam WA KAI kok… dd aman… wkakaka

  5. Luky

    March 11, 2019 at 10:57 pm

    Assalamualaikum kak…salam kenal ya…
    Qt saudara seperjuangan yg berjuang melawan penyakit TB…
    Dr cerita kalian kok pd dioperasi ya tp dokter q g menyarankan dioperasi katanya malah takut menyebar k paru2…
    Tp kl bwt obatnya sama c gede2 gt tp q mnumnya 4 butir sehari dan se sudah sarapan…trs ap bner kl lg pengobatan TB g boleh hamil ya???😢😢😢
    Semangat ya bwt para pejuang TB…sma2 berjuang bwt sembuh…minta doanya ya semoga mental n fisik q kuat.

    1. Linda Maya

      March 15, 2019 at 5:53 pm

      wa alaikumsalam… Operasinya cuma biopsi gitu kok mba, jadi diambil sampel nya beberapa aja buat tes apakah itu benjolan TB kelanjar apa kanker gitu. Kalau mba udh dikasih obat TB tanpa operasi, berarti ya dokternya mgkn udh yakin itu memang TB. Sudah jalan brp lama mba pengobatannya? aku udh bulan ke 5 dan benjolan di leher udh pada kempes. Kalo dosis katanya disesuaikan sama berat badan dan usia gt mba, tp temenku sama adekku juga diminum sejam sebelum makan sih. Aku tanya dokternya katanya kalau penyembuhan TB pakai obat boleh hamil kok, yg nggak boleh tuh kalau suntik. Tapi ya aku tetep nggak berani sih, nanti aja program hamilnya kalau pengobatan TB udah kelar, drpd kenapa2 kan baby nya. Daripada memaksakan diri kan yg penting semua sehat kan mba. Hehe. Semangat mba, dibawa happy aja nanti juga nggak kerasa kok klo udah melewati berbulan2 minum obat. Oiya, di bulan ke 3 obatnya diganti kuning dan diminum seminggu 3 kali.

  6. Indrawaty

    June 7, 2019 at 9:21 pm

    Malam mba mo nanya. Kalo habis minum obat ne ada efek ya gag. Kayak sodaraku dia jg minum sblum sarapan. Rp habis minum langsung kesakitan katanya kayak saraf2 kepalanya ditarik2. Jd gag tega liatnya tiap hari. Tolong bantu teh gmn buat ngilangin nyerinya

    1. Linda Maya

      June 8, 2019 at 7:32 am

      Halo mba.. Reaksi di saya malah gatel kyk biduran di seminggu pertama minum obat.. Aplg malem hari.. Sm dokternya emg d tanyai ada reaksi mual atau pusing ngga.. Tp di saya malah biduran.. Sm dokter kmudian dikasih vitamin B.. Konsul ke dokter aja mba.. Biar ditambah vitamin.. Jgn sampe ga diminum obat TB nya..

      1. Rio

        June 26, 2019 at 11:38 am

        Haiii mba… Bentuk hasil dari biopsi nya apa mba ? Apa kah kayak anggur mba terus lengket gak di daging atau hanya menempel? Bekas oprasi kerasa kebas gak mba? Karna aq masih menunggu hasil juga, hasil dari biopsi nya..

        1. Linda Maya

          July 1, 2019 at 9:05 pm

          halo masnya yg udah DM di IG ya… maaf lama ga buka blog, hehe. semangat ya mas minum obat 6 bulannya. semoga tuntasss!

        2. Erista Artania

          December 29, 2019 at 10:13 pm

          Hmm agak tenang baca cerita dari mba .. saya jg baru di vonis limfadenitis tb .. sebelumnya saya oprasi penggumpalan asi pada bulan agustus lalu luka tdk kering kering sampai desember dilakukan opresasi ulang .. barulah hasil oprasi di PA ke laboraturium hasilnya lemfadrnitis tb , mana saya masih menyusui anak umur 18 bula mbakk 😭, tiap hari searching temntang penyakit ini sampi chat alodokter .. besok senin baru mau menghadap dokter penyakit dalam bismillah semoga dimudahkan semuanya amin

  7. harlina

    June 14, 2019 at 7:04 pm

    halo mba..
    mau tanya.. untuk biopsi operasi yg di bethesda biaya kira2 brp ya mba? saya sedang cari alternatif biaya yg lebih murah ..terimakasih

    1. Linda Maya

      June 14, 2019 at 7:10 pm

      Halo mba.. Saya full gratis mba pake bpjs.. Kyknya cm bayar 200rb krn upgrade kamar dr yg kelas 1 ke vip.. Tp aku bethesda lempuyangwangi mba yg kecil bukan yg gede depan galeria.. Tp dokternya sama kok..

      1. Harlina

        June 15, 2019 at 8:07 am

        Terimakasih banyak mba untuk infonya .. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

    2. Erista Artania

      December 29, 2019 at 10:14 pm

      Hmm agak tenang baca cerita dari mba .. saya jg baru di vonis limfadenitis tb .. sebelumnya saya oprasi penggumpalan asi pada bulan agustus lalu luka tdk kering kering sampai desember dilakukan opresasi ulang .. barulah hasil oprasi di PA ke laboraturium hasilnya lemfadrnitis tb , mana saya masih menyusui anak umur 18 bula mbakk 😭, tiap hari searching temntang penyakit ini sampi chat alodokter .. besok senin baru mau menghadap dokter penyakit dalam bismillah semoga dimudahkan semuanya amin

      1. Linda Maya

        December 30, 2019 at 1:56 pm

        aamiin.. semangat mba.. kata dokternya klo beneran TB kelenjar gpp kok hamil atau menyusui sambil minum obat.. asal obatnya msh obat minum bukan yg suntik.. klo suntik katanya ga boleh hamil dlu… semoga dilancarkan ya mba.. jgn skip minum obat kalau nnt diharuskan minum obat biar tuntas penyakitnya ya..

  8. Muklis

    July 9, 2019 at 12:34 pm

    Halo mba linda, saya juga pasien TB Kelenjar, baru 2 bulan minum obat, tapi kok saya ngerasa ga kempes2 ya benjolannya, dulu mba linda mulai kempes setelah berapa lama minum obat ya kalau boleh tau?

    1. Linda Maya

      July 9, 2019 at 12:56 pm

      haloo… sy berasa mulai kempesnya waktu udah 4-5 bulan minum obat mas.. obatnya udah diganti warna kuning…

      1. Muklis

        July 18, 2019 at 11:28 pm

        Ooh gitu ya mba, obat yang kuning lebih banyak efek samping ga mbak daripada yang sebelumnya?

        1. Linda Maya

          July 19, 2019 at 12:22 am

          nggak ada efek samping sama sekali mas.. malah lebih enak ganti obat warna kuning krn ga tiap hari diminum.. hehe

        2. Hernela

          August 14, 2019 at 7:58 pm

          Ass mbaaa saya minta email atau apa gt yg bs langsung kontak ke mba, saya jg terkena kelenjar tb,, cuma saya sedang kebingungan mba.. mksi mbaaa

          1. Linda Maya

            August 15, 2019 at 5:20 pm

            bisa lewat DM instagram ya mba…

  9. Norma

    July 20, 2019 at 4:55 am

    Saya baru menjalani pemeriksaan lg mbak, krn 2 minggu terakhir ini sering bengkak dan agak nyeri, 5th lalu sdh pernah juga sih, cm kata dokter nya msh batas normal dan tak perlu di biopsi, mohon doa dan sharing nya ya mbak 🙏😊

    1. Linda Maya

      July 21, 2019 at 9:10 pm

      aku juga pernah diceritain ini sama dokternya, banyak yg udh sembuh tapi kambuh lagi setelah bertahun2.. trs aku tanyain gmn cara pencegahannya biar ga kambuh, katanya ya tetep jaga kesehatan, makan makanan yg bergizi, minum vitamin dsb. Tapi ya namanya kondisi tubuh kdg klo capek bgt suka drop kan.. ya semoga kita selalu diberikan kesehatan dan pengobatan TB nya sukses dan ga kambuh2 lagi.. semangat mba ^^

  10. Sartika

    August 5, 2019 at 10:25 pm

    Mba saya dlu tb kelnjar jg.. Tp cuma 2 bln aja minum.. Krna sempat lupa minum obatnya.. Terus ini kambuh lagi stelah 4..saya mulai minum obat lagi tp kok minum obat tambah bengkak mba dileher.. Mba minta nmor wa nya dong

    1. Linda Maya

      August 5, 2019 at 11:49 pm

      halo mba.. via komen blog aja ya InsyaAllah sy bls trs secepatnya.. sy dlu pernah dikasih tau dokternya, katanya klo kambuh lagi, pengobatan bisa ditingkatkan ke suntikan mba.. cb mba konsul lagi aja, soalnya minum obat ini emg hrs tuntas mba, ga boleh putus di tengah jalan.. klo lupa aja ngulang dr awal kok katanya…

      1. Juliana

        August 10, 2019 at 2:57 pm

        Aku masi kelas 1 sma ka,aku kena tb kelenjar tp aku ga dibiopsi ka,ini baru hari pertama aku minum obat,tapi ko aku ga ngerasa efek samping ya ka?

        1. Linda Maya

          August 10, 2019 at 9:10 pm

          ya syukur dek klo ga ada efek samping.. aku cm biduran aja bbrp hari di kaki. setelah itu biasa aja.. tp ada juga org yg sakit kepala.. semangattt yaa… jgn skip minum obat…

    2. Iklil

      September 3, 2019 at 10:01 am

      Halo kak, jd aku juga sakit tb kelenjar.. di bagian ketiak. Aku juga operasi, tp kok benjolannya kyk masih ada kecil gt ya kelenjarnya. Kata dokter pas di raba ga ada tp sebenernya ada mba di atas kanan jahitanku pas. Tp kata dokter itu gpp nanti bakteri tb nya bakal bisa ilang. Aku udh jalan obat sebulan. Apa emg masih ada gt ya benjolannya? Benjolannya kyk bisa gerak gt ga si kak? Info nya kak biar saling sharing hehe. Makasih

      1. Linda Maya

        September 3, 2019 at 11:28 am

        Halo… benjolan nanti akan hilang sendirinya kalau bakteri TB nya udh diobati. Aku baru kempes pas udh lewat 5 bulan pengobatan kayaknya. Biopsi kelenjarnya kan cuma ambil sample aja buat dicek penyebabnya apa, jadi memang nggak diambil semua, cuma seperlunya aja.. Sabar aja, nanti juga bakalan hilang sendiri.. semangat minum obatnya ya…

        1. Winda

          October 24, 2019 at 6:44 am

          W sekarang lagi ada benjolan d leher kanan,tapi q suka lemes dan kadang sesak.. duluvoernah menderita TB paru cuma mnum obat ga nyampe tuntas.. aku lagi takut bngt ini.. mnta doa dari semua semoga benjolanku ga mengarah penyakit yg ganas

          1. Linda Maya

            October 25, 2019 at 12:44 am

            segera diperiksain aja mba.. kemungkinan jg TB kelenjar karena kan pengobatannya ga tuntas.. nnt klo dikasih obat lg dituntaskan yaa.. aku prnh diceritain dokternya katanya banyak yg kambuh juga krn srg skip minum obat.. semoga lekas sembuh mba..

  11. nurul

    August 19, 2019 at 4:38 pm

    mba.. mau tanya. mba minum obatnya itu 3tab sekali minum. atau pagi satu siang satu malam satu ya mba?
    skrg mba udh sembuh total ya mba ?

    1. Linda Maya

      August 19, 2019 at 4:41 pm

      minum obatnya cuma sekali aja.. klo aku sejam sebelum sarapan… sekali minum dosisnya 3 tablet.. jd bukan 3 kali sehari tapi sehari sekali langsung 3 tablet… Alhamdulillah sudah dinyatakan negatif TB… pengobatan cukup 6 bulan…

  12. Yogi

    September 9, 2019 at 6:27 pm

    Mau nanya mbak, apakah benjolan mbak ada di kepala juga? Soalnya sy bru selesai operasi di leher kanan pada tgl 3 september, dan hasil labnya belum selesai.

    1. Linda Maya

      September 10, 2019 at 10:34 pm

      mas nya yg DM saya ya… sy ga ada benjolan di kepala mas.. tp abis operasi mmg msh ada benjolannya.. nanti kempes sendiri setelah pengobatan jalan bbrp bulan (di saya 5 bulan br kempes pes)…

      1. heri

        September 12, 2019 at 1:09 pm

        mba apa di mba benjolannya hilang banget apa masi ada kecil2 gitu.mkasi

  13. heri

    September 12, 2019 at 1:08 pm

    mba apa di mba benjolannya hilang banget apa masi ada kecil2 gitu.mkasi

    1. Linda Maya

      September 12, 2019 at 1:58 pm

      hilang banget mas stelah lewat 5 bulan minum obat… udah bersih skrg diraba jg ga kerasa.. terakhir minum obat bln Juli sebelum puasa, pas 6 bulan pengobatan..

  14. Intan Pratitha

    September 16, 2019 at 7:15 pm

    Mbak sempet turun bb drastis gak mbak?

    1. Linda Maya

      September 16, 2019 at 7:17 pm

      enggak mba.. beratku segitu2 aja ga pernah turun.. nah abis minum obat malah naik… tp katanya itu tandanya obat bekerja dg baik…

  15. Nia

    September 17, 2019 at 5:05 pm

    Mbk linda caranya biar tau tb kelenjar nya udah negatif gimana?? Di rontgen apa kata dokternya??

    1. Linda Maya

      September 17, 2019 at 5:12 pm

      tes dahak mba di akhir2 masa minum obat… kayaknya sekitar 3 kali aku tes dahak.. dr situ bisa ketauan msh ada ngga bakterinya..

  16. Febri

    September 21, 2019 at 5:51 am

    Salammualaikum Mba,Salam kenal ya .aku juga baru mulai minum obat Hari pertama nih,semoga ga Ada efek yg mengganggu.trims sharingnya ya,ngebantu banget bikin Hati tenang setelah drama2 melawan takut biopsi& minum obat jangka panjang.🙏

    1. Linda Maya

      September 21, 2019 at 8:19 pm

      wa alaikumsalam mba Febri.. sama2 mba.. Alhamdulillah kalo terbantu lewat tulisan saya.. semoga lancar sampe 6 bulan ke depan ya mba… semangat!!!

  17. Coss

    September 22, 2019 at 10:52 pm

    Mbak mau nanya, ada tanda tanda nggak sebelum benjolan itu keluar ? Soalnya di leher sebelah kiri ada benjolan, masih nunggu reaksi obat sih, tapi ini sedikit kempes setelah dikasih obat antibiotik.

  18. Linda Maya

    September 23, 2019 at 12:01 am

    Nggak ada tanda2 lain mba.. Langsung nyadar pas mandi kok leher kanan beda, ada benjolannya.. Kupikir bisa kempes jg tapi dah lebih dr 2 minggu ngga kempes2 jg..

  19. Adi

    September 24, 2019 at 10:57 am

    Halo mbak, maaf mau tanya, pas awal2 muncul benjolan itu ada gejala2 lain yang menyertai nggak mbak? Misalnya batuk, demam, dll…

    Terima kasih mbak.
    Salam, Adi

    1. Linda Maya

      September 24, 2019 at 6:38 pm

      Halo mas Adi.. Ga ada gejala lain mas.. Cuma lgsg aja ada benjolan… Lgsg bisa diraba…

  20. Yati

    October 3, 2019 at 12:50 pm

    Anakq bbrp hari lg akn di operasi TB kenjer jg say..
    Sedih banget liat mukax..
    Tp pas baca2 ttg TB dan kykx para pasien enjoy2 dlm pengalaman bedahx..mdh2an ankq jg bgt…ankx yg sakit…emakx yg super duper dagdigdug..minta doax yah teman2

    1. Linda Maya

      October 3, 2019 at 1:02 pm

      semangat mbaa.. ga sakit kok biopsinya… nyeri aja pas sehari kemudian.. dialihkan aja diajak maen trs… semangat mbaaaa…

  21. Fernanda

    October 9, 2019 at 12:07 am

    Alhamdulillah memu blog ini, makasih kak sudah berbagi. Kebetulan saya juga kena pembengkakakn kelenjar geyah bening dan jumat harus di biopsi. Agak degdeg an sih, kasih tips dong kak biar ngga degdeg an. Pertama kali berurusan sama kesehatan soalnya hehe

    1. Linda Maya

      October 9, 2019 at 12:46 am

      halooo… tips biar ga deg2an apa yaa… sama sih, aku baru kali ini masuk RS hrs opname.. takut banget sampe ngga bisa tidur.. tp aku berpikir semakin cepat dicari akar masalahnya semakin cepat disembuhkan.. entah apapun itu penyakitnya.. begitu masuk ruang operasi dan ganti baju operasi, aku deg2an trs baca istighfar trs… eh begitu dokter bius dan bedahnya siap2, nggak deg2an karena diajak ngobrol.. tau2 dah kelar aja, aku dah sadar dr bius… hehe.. semangat yaaaa!!!

  22. Fernanda

    October 9, 2019 at 12:08 am

    Alhamdulillah memu blog ini, makasih kak sudah berbagi. Kebetulan saya juga kena pembengkakakn kelenjar geyah bening dan jumat harus di biopsi. Agak degdeg an sih, kasih tips biar ngga degdeg an kak hehe

  23. Fernanda

    October 9, 2019 at 1:51 am

    Kak yg paling sakit pas proses apa?

    1. Linda Maya

      October 9, 2019 at 9:29 am

      Pas apa yaa.. Ya pas obat biusnya ilang.. Malemnya sm H+1 pasca operasi.. Cuma ya kyk senut2 nyeri biasa sih nggak yg sakiiittt banget.. Level 1-10 ya mgkn 4 lah..
      Selang pernafasan tuh yg dipasang di hidung itu lho kyk di film2… Hehehe..

  24. Fernanda

    October 9, 2019 at 4:16 am

    Selang pernafasan itu yg bentuknya kyk gmana kak?

  25. Fernanda

    October 9, 2019 at 9:57 am

    Kalo pas di infus sakit nggak? Hehehe
    Maafkeun saya banyak nanya yg baru mau pertama kali opname dan operasi

    1. Linda Maya

      October 9, 2019 at 1:51 pm

      Hehe aku jg pertama kali diinfus itu.. Sakit sih pas d infus.. Krn vena ku susah dicari.. Krg kerja keras jd venanya nggak nongol.. Sampe dicoblos 3 kali.. Ya kayak disuntik gt rasanya tp kyk ga kelar2 gt.. Lama bgt pasang infusnya.. Klo venamu gampang dicari jg cepet kok..

  26. Fernanda

    October 15, 2019 at 11:21 pm

    Halo kak, alhamdulillah operasi saya hari jumat kemarin lancar. Ternyata santuy ya tinggal tidur. Yg lumayan sakit cuma pas bagian infus, soalnya aku juga 3x grgr vena ku tipis ditambah degdeg an juga mungkin jadi susah wkwk. Dan untuk hasilnya baru sabtu keluar kak

    1. Linda Maya

      October 16, 2019 at 11:35 am

      hihi ya kan.. pas operasi malah santuy pas di infus yg nervous parah krn kita dlm keadaan sadar ditusuk2.. semoga hasilnya bagus yaaa… nnt agak sakit dikit juga pas lepas jahitan tapi msh under control lah.. hehe

  27. Adelia

    October 23, 2019 at 5:19 pm

    Hallo ka mau tanya. Saya juga ada benjolan tapi kecil banget. Kerasanya ya diteken aja tapi gak nampak dileher. Tapi ko saya sakit telinga gitu. Kaka dulu sakit telinga atau tenggorokan enggak ya?

    1. Linda Maya

      October 23, 2019 at 5:24 pm

      awalnya aku jg ga nampak di leher, tapi kerasa kalau diraba waktu mandi gitu. Lama-lama jd nampak tapi ga gede2 banget sih. Aku nggak pake sakit telinga atau tenggorokan sih. Mgkn gejalanya beda2 jg per orang.. soalnya letaknya kan juga beda2 ini.. periksain aja ya.. lebih cepat lebih baik…

  28. Safieramoon

    November 7, 2019 at 3:45 pm

    Thank you ya mba pengalamannya, aku baru aja menjalani eksisi biopsi 2 hari lalu, tapi rasanya dagdigdug nunggu hasil. Semoga perjuanganku ini berhasil baik. In syaa Allah semangat ya para pejuang sehat 🙂

    1. Linda Maya

      November 8, 2019 at 2:25 pm

      Aamiin.. Semoga hasilnya bagus mbaaa.. Klo pun positif TB, semangat aja minum obat.. Pantang putus di tengah jalan.. InsyaAllah sembuh total.. Semangat!

      1. Riri

        January 1, 2020 at 10:51 pm

        Saya sebulan lalu di diagnosis TB Paru. Kemudian ini di curigai ada TB Kelenjar juga mba. Sama dokternya di suruh biopsi. Tanggal 3 nanti mau biopsi, tapi deg deg an banget takut sakit 😅😅😅

        1. Linda Maya

          January 2, 2020 at 10:40 am

          Nggak sakit sama sekali kok, yang sakit cuma pas diinfus doang, hehe. Kalau anestesinya udah ilang jg sakitnya itu nggak sakit banget, masih bisa ditoleransi, ya cuma karena di leher jd nggak nyaman buat tidur dan bergerak.. tanggal 3 berarti besok, semangat!!! semoga hasilnya baik ya…

  29. Niluh

    January 6, 2020 at 11:28 pm

    Halo kak aku baru aja hari ini tau kalo aku juga kena tb kelenjar. Aku biopsi sabtu, tapi hari itu juga dokterku udah resepin aku oat. Hari ini aku udah hari ke 3 konsumsi oat. Tapi reaksinya sakit di dada, pusing, bahkan mual sampe muntah. Obat yg warna merahku diganti sm dokternya, awalnya cuma 1x sehari diganti obat lain yg 2x sehari. Semoga obat ini gaada efek lain kak. Semoga aku juga bisa rajin minum obat sampe sembuh kaya kakak^^

    1. Linda Maya

      January 7, 2020 at 12:34 pm

      iya katanya obat yg merah itu di beberapa orang ada efek sampingnya.. aku cuma gatal2 biduran aja seminggu pertama.. trs dikasih vitamin B kayaknya, trs udah sembuh aja.. biasa aja sampai 6 bulan… di bulan ketiga apa ya, obatku diganti warna kuning,, minumnya seminggu 3 kali aja.. ga tiap hari lagi… Semangat yaaa!!! pasti sembuh ^^9

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.