[Review] Rekomendasi Clay Mask

Kemarin iseng bikin polling di Instagram Story tentang apa yang harus aku ulas berikutnya di blog, sunscreen dulu apa clay mask dulu. Ternyata pemenangnya adalah clay mask. Temen-temen di circle-ku rupanya lebih penasaran sama clay mask, padahal aku berharap sunscreen duluan karena nulisnya bakalan lebih cepet.

Secara ada 4 clay mask yang bakalan dibahas dalam postingan ini dan kelimanya butuh diambil fotonya waktu di aplikasikan ke muka. Ya kali dalam 4 hari berturut-turut aku maskeran? Apa ga bakalan kekeringan muka ini. Huhu..

((maklum, sedang memberi target kepada diri sendiri, one week one post, semoga istiqomah! ūüėÄ ))

Masuk ke pembahasan tentang clay mask, btw, apa sih clay mask itu? apa manfaatnya bagi kulit?

Clay mask adalah masker yang berasal dari mineral-mineral yang terkandung dalam jenis tanah liat tertentu. Jadi bukan sembarang tanah liat yang ada di sawah dipake buat maskeran ya. Manfaat dari penggunaan clay mask sendiri adalah untuk mengangkat kotoran dan debu, menyerap minyak berlebih, mengecilkan pori-pori serta mengencangkan kulit.

Jenis clay yang paling sering dijumpai di produk-produk masker itu adalah Bentonite Clay dan Kaolin Clay. Penting untuk mengetahui jenis clay apa yang terkandung dalam produk clay mask kamu, karena keduanya difungsikan untuk mengatasi problem kulit yang berbeda.

Bentonite Clay biasanya menjadi bahan dasar masker untuk normal to oily skin, sementara Kaolin Clay untuk dry to normal skin. Kaolin Clay sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai warnanya, diantaranya white clay, red clay, yellow clay, dan pink clay.

Kaolin clay yang warna putih sering dijual di toko skincare organik gitu dalam bentuk bubuk. Biasanya kalau mau dipakai, perlu dicampur dengan cairan seperti rose water, essential oil atau apple cider vinegar (ACV) hingga berbentuk pasta agar bisa diaplikasikan ke wajah.

Aku udah pernah mencoba 4 jenis clay mask dari berbagai merk, diantaranya Freeman Mint and Lemon, Innisfree Jeju Volcanic Color Clay Mask, Innisfree Super Volcanic Pore Clay Mask, sama Aztec Secret Indian Healing Clay.

((Disclaimer: Innisfree Super Volcanic-nya yang travel size karena belinya paketan ama serum dan pelembab, sedangkan¬†Aztec Secret disini pakai yang share in jar¬†karena full size-nya mahal, huhu….))

Keempat produk tersebut sama-sama berbahan dasar Bentonite plus Kaolin clay, kecuali Aztec Secret . Jadi masker-masker ini dapat digunakan untuk kulit berminyak, normal maupun kering. Perbedaannya mungkin lebih ke durasi penggunaan saja.

Jika kulitmu berminyak, tunggu sampai masker mengering kira-kira 10 menit, kemudian bilas dengan air. Namun jika kulitmu kering, otomatis jumlah minyak yang harusnya diserap sama masker akan lebih sedikit, maka jangan menunggu sampai masker benar-benar kering atau kurang dari 10 menit kemudian dibilas.

Aku coba bahas per produk aja ya, siapa tau diantara kalian ada yang lagi nyari clay mask dan sedang bimbang pilih yang mana.

1. Innisfree Color Clay Mask
Produk masker ini terdiri dari 7 varian yang dibedakan dengan warnanya. Kebetulan aku udah cobain yang warna putih (refining) dan warna hijau (cica). Dulu kepengen beli masker ini karena yang jadi bintang iklannya boyband Korea Wanna One. ^^

Jadi sebenernya di Korea waktu itu sedang nge-trend multimasking, yaitu menggunakan beberapa jenis clay mask di muka dalam waktu yang bersamaan, sesuai dengan masalah yang ada kulitmu.

Innisfree kemudian ngeluarin produk Color Clay ini. Jadi kamu (kalau ada budget lebih) bisa beli beberapa varian, misal warna hijau (cica) digunakan di area hidung yang berminyak, ungu (calming) di pipi yang kemerahan, putih (refining) untuk pori-pori kasar di area dagu.

Tekstur Innisfree Color Clay paling creamy dibanding 3 produk yang lain, sehingga butuh waktu lebih lama untuk menunggu si masker kering. Masker ini mudah banget diratakan ke seluruh bagian muka. Efek tarikan dari masker ini paling ringan sih menurutku, tidak terlalu kencang dan paling mudah dibilasnya.

Bau      : nyaris tidak ada wangi-wangiannya
Ukuran : 70 ml
Harga   : +/- Rp 120.000

2. Freeman Oil Absorbing Clay Mask Mint and Lemon 
Masker Freeman ini banyak banget jenisnya, ada yang clay mask, peel off mask, scrub, mud mask, dan sebagainya. Kebetulan aku baru cobain dua varian aja yang Freeman Mint Lemon clay mask ini sama Freeman Diamond yang dwifungsi yaitu clay mask yang sekalian ada scrub-nya (review menyusul).

Teksturnya sedikit lebih thick daripada Innisfree Color Clay, tetapi masih mudah diaplikasikan ke muka. Meratakannya gampang gitu. Pas dipakai berasa dingin karena ada mint-nya itu ya mungkin. Setelah 10 menit, tarikannya ketika sudah kering cukup kencang, dan masih mudah dibersihkan.

Bau      : wangi Lemon yang cukup kuat
Ukuran : 175 ml
Harga   : +/- Rp 135.000

2. Innisfree Super Volcanic Pore Clay Mask
Merk-nya Innisfree lagi dan masker ini konon paling best seller di counter resminya sana. Teksturnya paling padat dan kering diantara 3 masker yang lain dan menurutku paling susah diratakan ke muka.

Ada sedikit efek dinginnya juga waktu diaplikasikan ke muka. Setelah kering, tarikan ke muka kenceng banget. Lebih kenceng dari dua jenis clay mask yang udah aku sebutin di atas. Innisfree Super Volcanic ini paling susah dibilasnya, jadi kayak perlu dibilas dengan lebih banyak air aja dibanding 3 yang lain.

Bau      : nyaris nggak ada wangi-wangiannya, ada baunya cuma nggak mengganggu
Ukuran : 100 ml (full size)
Harga   : +/- Rp 160.000

2. Aztec Secret Indian Healing Clay
Berbeda dengan ketiga produk di atas yang sudah dikemas dalam bentuk cream pasta gitu, Aztec Secret ini berbentuk bubuk. Sehingga untuk pemakaiannya harus dicampur dulu dengan air atau untuk hasil terbaik dengan apple cider vinegar (ACV/cuka apel).

gambar aslinya

Cara pakainya, campur bubuk clay mask Aztec dengan ACV perbandingan 1:1. Aduk-aduk sampai menjadi pasta, tambahkan ACV jika masih terlalu kental, atau tambahkan bubuk clay jika masih terlalu encer.

Memang kurang praktis sih, tetapi setelah dipakai, Aztec+ACV ini menghasilkan tarikan yang paling kencang di muka. Tapi ingat ya, jangan sampai terlalu ketarik banget, karena nanti bikin muka jadi kering.

Bau      : clay-nya sendiri nggak bau, cuka apelnya yang bau kecut menyengat
Ukuran : 454 gr (full size)
Harga   : +/- Rp 270.000 (harga termahal, tapi kan gede banget)

Pada dasarnya keempat-empatnya cocok sih buat kulitku, nggak ada yang bereaksi aneh seperti celekit-celekit ketika dipakai di muka. Susah kalau disuruh milih satu yang terbaik karena faktornya banyak. Misal, Freeman lebih ekonomis karena ukurannya besar jadi lebih murah. Aztec efeknya lebih bikin muka kencang tapi rempong pakainya.

again, pardon my face… wakakakaka
ini karena mukanya cuma 1, dipakenya sebelah sebelahan.. biar efisien ūüėÄ

Emmm… yaudah kupilih 3 deh, Freeman, Aztec sama Innisfree Super Volcanic. Kenapa nggak pilih Innisfree Color Clay? Karena kurang kencang aja sih, jadi kurang berasa maskerannya. Hehe..

Oiya, untuk hasil terbaik harusnya dibilas dengan air hangat, tapi kalau males rebus air yaudah air dingin aja nggakpapa.

Duh, panjang banget ternyata postinganku kali ini, padahal hari ini puasa hari pertama. Dan sudah sore pula, tidakkkk… belum masak buat buka.

Selamat berpuasa ya ~

 

 

2 Comments

  1. Rini Pratiwi

    May 20, 2018 at 12:59 pm

    wiihhh niat bgt kak reviewnya, sukak ‚̧

    1. Linda Maya

      May 21, 2018 at 8:17 am

      waduhhh rindingdong mampir kesini… hrs ‘beda’ soalnya rin ūüėÄ

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.