[Review] AVOSKIN Intensive Nourishing Eye Cream

Setelah kemarin aku membahas tentang fungsi eye cream serta panduan memilih eye cream yang tepat, kali ini aku bakalan mengulas salah satu produk eye cream dari brand lokal, yaitu Avoskin.

Seperti yang sudah aku tulis sebelumnya, peran eye cream ini dapat dikategorikan kebutuhan tersier. Ibaratnya, kalau dipenuhi oke, nggak dipenuhi juga nggakpapa.

Karena banyak orang berpendapat bahwa kita bisa pakai semua produk skincare yang sudah kita punya di area mata juga. Tetapi, nggak sedikit juga orang yang berpendapat bahwa eye cream diperlukan untu extra care area mata.

Jika kamu merasa kebutuhan eye cream itu cukup esensial dalam rangkaian skincare routine kalian, cari tau dulu apa masalah pada area matamu. Apakah itu dark circles, kantung mata atau terdapat garis-garis halus pada kulit area mata.

Selanjutnya, cari produk eye cream yang kandungan bahannya sesuai dengan masalah kulitmu. Cek dulu panduannya pada link di bawah ini ya.

Baca juga: Siapa Aja yang Perlu Pakai Eye Cream?

Jadi masalah utama pada area mataku itu adalah lingkaran hitam di bawah mata atau dark cicrles. Problemku ini bukan disebabkan oleh genetis, melainkan dipicu oleh mata lelah karena jam tidur yang kurang. Kebanyakan begadang nonton drama Korea dari jaman kuliah, huhu.

Aku nggak bermasalah dengan kantung mata, cuma seringkali mata sembab karena komsumsi makanan dengan kadar garam tinggi. Sebelum foto di atas diambil, malam sebelumnya aku begadang nonton drakor Extracuricullar di Netflix sambil makan Indomie goreng, combo banget nggak tuh.

Selesai mengidentifikasi masalah area mata, tinggal cari produk eye cream yang sesuai dengan kebutuhanku. Setidaknya produk tersebut harus mengandung bahan-bahan seperti Vitamin C, Niacinamide, Licorice, Kojic Acid, Retinol dan Caffeine.

Aku memutuskan membeli eye cream dari brand Avoskin karena produknya mengandung setidaknya 3 dari bahan-bahan yang kusebutkan di atas. Selain itu, harganya cukup affordable, ini juga penting dipertimbangkan.

Siapa yang nggak kenal brand Avoskin? Brand lokal yang berdiri sejak tahun 2014 ini langsung mencuri perhatian karena produk-produknya yang terbukti bagus dan selalu menjadi best seller di berbagai situs kosmetik.

Lokasi pabriknya Avoskin ini di Jogja loh, di daerah Kalasan. Bangga aku tuh, ada pabrik skincare ternama di Jogja. Oke cuss masuk ke review produknya.

Avoskin Intensive Nourishing Eye Cream ini dibanderol dengan harga Rp 149.000. Termasuk jajaran eye cream yang cukup affordable dibanding brand lain. Review-nya di beberapa situs kecantikan juga bagus, jadi aku tertarik buat mencoba.

Avoskin cukup sering ngadain diskon lho. Aku beli eye cream Avoskin ini pas diskon seharga Rp 119.000 di official store-nya Avoskin di Shopee. Lumayan banget, kan. Kalau mau belanja skincare ditargetin dulu aja barangnya apa, tunggu harganya miring baru eksekusi.

Produk ini dikemas dalam bentuk jar berukuran 10 gram. Ukurannya memang mungil gitu, tetapi kan area pemakaian eye cream juga cuma di sekitar mata, jadi ya cukup-cukup aja.

Dalam kemasan karton luarnya tertera daftar kandungan bahan beserta manfaat dan cara pemakaiannya. Ada pula keterangan period after openingnya (PAO) yaitu 6 M, yang mana artinya masa efektif produk adalah 6 bulan sejak pertama kali dibuka. Selalu cek simbol ini ya di kemasan skincare kalian, catat di notes dan tempel di kaca meja rias biar ngga lupa.

Avoskin Intensive Nourishing Eye Cream ini tidak mengandung paraben, alkohol dan silikon, sehingga cukup aman bagi kulit sensitif. Krim mata ini juga mengandung tiga kriteria bahan yang kucari yaitu, Kojic Acid (antioxidant and brightening), Hyaluronic Acid (moisturizing) dan Coffee Arabica Seed Powder (Caffeine).

Produk krim mata ini juga mengandung beberapa minyak esensial, seperti Tea Tree Oil (acne-fighting agent), Mineral Oil, Grape Seed Oil dan Anthemis Nobilis Flower Oil yang ketiganya mempunyai manfaat untuk melembabkan kulit.

Avoskin mengklaim bahwa krim mata ini dapat menjaga kelembaban kulit area mata hingga 24 jam. Dapat membantu mengurangi lingkaran hitam dan kantung mata, serta menjaga area kontur mata agar tetap sehat dan lembab. Efek antioksidannya membantu memperhalus area kontur mata.

Cara pemakaian Avoskin Intensive Nourishing Eye Cream, aplikasikan pada area kontur mata menggunakan jari manis agar tidak memberikan tekanan terlalu kuat. Tepuk secara perlahan dan lembut untuk meningkatkan penyerapan.

Kemasan jar Avoskin Intensive Nourishing Eye Cream ini berbahan kaca yang berwarna coklat dengan tutup jar berwarna emas, menampilkan kesan mewah dan elegan.

Krim mata Avoskin ini memiliki tekstur cream yang ada lapisan minyaknya gitu. Jadi pertama kali dibuka, kalian akan melihat bahwa ada lapisan minyak di atas cream, kayak terpisah gitu.

Sayangnya, nggak ada keterangan tentang hal ini, tapi aku berpikir ya masa pakai minyaknya dulu sampai ketemu creamnya? Jadi aku berinisiatif sendiri mengaduk lapisan minyak dan cream menggunakan cotton bud agar kedua lapisan tersebut menyatu.

Setelah menyatu, tekstur cream-nya menjadi sedikit lebih oily tetapi ketika dioleskan ke kulit nggak menimbulkan kesan berminyak. Justru malah efek melembabkannya terasa banget, dengan sifat emollient dari minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhannya.

Meski ada kandungan minyaknya, krim mata ini termasuk yang cukup cepat menyerap di kulit. Aku suka karena nggak meninggalkan kesan berminyak maupun lengket.

Avoskin Intensive Nourishing Eye Cream ini tidak fragrance free, ada bau ‘apek’ pas pertama kali jar-nya dibuka. Mungkin karena mengandung minyak esensial dari tumbuh-tumbuhan, jadi baunya kayak ‘apek’ gitu. Tetapi makin lama bau apeknya itu makin pudar, malah kayak udah nggak kecium lagi sekarang.

Aku pakai eye cream ini sejak Januari 2020, berarti udah hampir 5 bulan pemakaian. Cukup rutin kupakai pagi dan malam setelah toner/serum dan sebelum moisturizer, meski beberapa kali sering skip kalau ketiduran di malam hari.

Efek yang aku rasain itu lebih ke efek melembabkannya sih. Sebelumnya aku selalu pakai krim moisturizer doang di area mata, yang paling keliatan bedanya itu adalah waktu pakai makeup.

Makeup di area bawah mata itu sering banget tampak kering, padahal area wajahku yang lain itu berminyak. Bahkan nggak jarang foundation atau concealer yang aku pakai terjebak di guratan halus bawah mata, kesannya jadi kayak ada keriputnya, sedih banget.

Tapi kalau sebelum pakai makeup udah pakai eye cream dulu, foundation atau concealer-nya jadi lebih nge-blend ke kulit di area mata. Mungkin karena kulit sudah terhidrasi dan terjaga kelembabannya dengan baik.

Untuk efek mengurangi lingkaran hitam pada bawah mata ini agak susah diamati. Ya karena harusnya penggunaan eye cream diimbangi dengan menjaga pola hidup yang baik, seperti jam tidur yang cukup. Sekarang jadi lebih sering begadang semenjak ada Corona, apalagi ditambah bulan puasa, berasa jam tidurnya sedikit banget.

Sekali lagi aku garisbawahi, bahwa penggunaan eye cream tidak bisa mengatasi permasalahan kulit area mata yang sifatnya genetis ya. Hanya dapat membantu mencerahkan area mata yang gelap dan membantu mengurangi efek sembab pada mata.

Tentunya tetap harus diimbangi dengan menerapkan pola hidup yang sehat agar hasilnya lebih optimal. Seperti tidur yang cukup, mengurangi konsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi, mengurangi konsumsi minuman beralkohol, dan sebagainya.

Jika ditanya, apakah aku akan repurchase eye cream dari Avoskin ini, jawabannya masih diantara ya dan tidak. Ya, karena aku belum menemukan eye cream lain yang sesuai budget dengan kandungan yang sudah cukup oke seperti eye cream Avoskin ini.

Tidak, karena suatu saat nanti mungkin aku pengen nyobain eye cream yang kemasannya bukan jar, karena alasan lebih convenient aja. Sejauh ini sih, aku udah lumayan puas sama performa Avoskin Intensive Nourishing Eye Cream.

2 Comments

  1. Renita Anggraeni

    May 20, 2020 at 7:08 pm

    Mksh sis.. next lacoco dong… hihihi

    1. Linda Maya

      May 21, 2020 at 1:57 pm

      Wohoho.. aku menabung dlu kak.. apa mau dikirimin paket lacoco? 🤭🤣

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.